Jakarta, 1 Desember 2025 – Untuk memperkuat kualitas pengawasan pemilu, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia melaksanakan kegiatan Literasi Data untuk Pengawasan Pemilu di Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI). Dengan mengangkat tema utama "Sinergitas Universitas dan Pengawas Pemilu melalui Literasi Data," inisiatif ini bertujuan memastikan pengawasan pemilu berlangsung secara akuntabel, adaptif, dan berbasis bukti.
Kegiatan Literasi Data ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi riset berbasis data, penguatan metodologi penelitian, serta pemahaman data kepemiluan untuk riset hukum politik dan kebijakan publik dan sinergi antara Bawaslu dan Universitas Al-Azhar Indonesia. Selain itu, kegiatan ini ditujukan untuk mendorong mahasiswa, peneliti, dan dosen untuk menggunakan Portal Satu Data Bawaslu sebagai sumber data resmi dan terverifikasi untuk kepentingan riset kepemiluan.
Dalam pengenalan Portal Satu Data Bawaslu kepada mahasiswa, peneliti, dan dosen, disampaikan tujuan Portal sebagai sumber data pengawasan pemilu resmi dan terverifikasi untuk kepentingan riset kepemiluan, yang memperkuat riset berbasis bukti, inovasi digital, dan pemikiran strategis peran mahasiswa UAI. Selanjutnya, dilakukan pembahasan mengenai pemanfaatan data dalam Portal, mulai dari metode akses, jenis dan format data, hingga potensi penggunaan data.
Dr. Puadi, S.Pd., MM., yang bertindak selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data dan Informasi menegaskan bahwa data hasil pengawasan pemilu harus dimanfaatkan untuk melaksanakan pengawasan pemilu berbasis digital. Data tersebut, selain disediakan, juga harus diolah, dianalisis, dan ditafsirkan untuk memetakan dan melakukan deteksi dini potensi pelanggaran pemilu.
Momen Literasi Data dimanfaatkan untuk menguatkan kolaborasi kelembagaan antara Bawaslu dan UAI melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan pengembangan proposal riset kolaboratif yang berdasar pada pemanfaatan data hasil pengawasan pemilu. Dengan kerjasama tersebut, Bawaslu berharap sinergi ini menjadikan peran kampus dalam pengawasan pemilu partisipatif semakin kuat dan berdampak positif.
Dalam kegiatan ini, dilakukan peluncuran dan bedah buku karya Dr. Puadi, yaitu "Dinamika Pengawasan Pemilu, Peran Bawaslu dan Interaksi Kepentingan". Dalam buku tersebut, dibahas mengenai interaksi dan dinamika kepentingan Bawaslu dengan berbagai pihak, seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemerintah, Sentra Gakkumdu, dan Partai Politik. Dalam buku tersebut, dibahas beberapa isu strategis seperti pemuktahiran data pemilih, pencalonan mantan narapidana, netralitas ASN, politik uang, keterwakilan perempuan, dan kampanye di ruang akademik.
Bawaslu berkomitmen untuk terus konsisten melanjutkan program edukasi serupa di berbagai perguruan tinggi sebagai wujud nyata dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang transparan dan responsif terhadap tuntutan perkembangan teknologi serta kebutuhan demokrasi modern.