Semarang, 19 November 2025 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) mengadakan kegiatan Literasi Data untuk Pengawasan Pemilu dengan tema "Sinergitas Universitas dan Pengawasan Pemilu melalui Literasi Data" di Universitas Diponegoro (Undip) pada Selasa (18/11/2025). Acara yang berlangsung di Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) tersebut dihadiri oleh Dekan FISIP UNDIP Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin. dan Ketua Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP, Dr. Nur Hidayat Sardini, S.Sos., S.H., M.Si., serta ratusan mahasiswa.
Kegiatan ini juga menghadirkan pembicara Plt Kepala Pusat Data dan Informasi Bawaslu RI Henry Dwi Prastowo, Dr. Yance Arizona, M.H., M.A. (akademisi UGM Yogyakarta), Dr. Khairul Fahmi, S.H., M.H. (akademisi Universitas Andalas Padang), Nuruddin Al Akbar, M.A. (FISIP Undip), dan Lusia Astrika, S.IP., M.Si (FISIP Undip).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan data kepemiluan, memperkuat peran pengawasan pemilu di kalangan generasi muda atau milenial, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu dan pihak akademisi atau kampus. Terlebih dalam membangun generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap menjadi agen pengawasan pemilu di masa mendatang.
Komisioner Bawaslu RI, Dr. Puadi, S.Pd., M.M., menegaskan, literasi data menjadi salah satu kunci memperkuat pemahaman publik terhadap proses pemilu sehingga seluruh temuan dan laporan pengawasan tidak boleh berhenti sebagai data mentah.
Dalam kesempatan itu dilakukan bedah buku bejudul “Dinamika Pengawasan Pemilu" karya Dr. Puadi, S.Pd., M.M. Buku ini menggambarkan tantangan Bawaslu berhadapan dengan akses data pemilih, resistensi birokrasi, dan lemahnya alat bukti dalam politik uang, semua ini menunjukkan bahwa data dan kepentingan aktor selalu berkelindan dalam pengawasan Pemilu.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Undip semakin siap menghadapi dinamika informasi pemilu, serta berkontribusi dalam menjaga integritas proses demokrasi di Indonesia.