Jakarta, 22 Oktober 2025 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia melanjutkan upaya sistematisnya dalam memperkuat kualitas pengawasan pemilu melalui kegiatan Literasi Data untuk Pengawasan Pemilu di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Mengangkat tema utama “Sinergitas Universitas dan Pengawas Pemilu melalui Literasi Data,” inisiatif ini bertujuan memastikan pengawasan pemilu berlangsung secara akuntabel, adaptif, dan berbasis bukti.
Kegiatan ini secara khusus ditujukan untuk mendorong mahasiswa, peneliti, dan dosen UNJ agar memanfaatkan Portal Satu Data Bawaslu sebagai sumber data resmi dan terverifikasi untuk kepentingan riset kepemiluan. Dalam sesi materi dan diskusi, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan data dalam analisis kebijakan, perbaikan tata kelola pengawasan, hingga penerapan teknologi informasi dan metode analitik modern.
Acara dibuka oleh Anggota Bawaslu RI, Dr. Puadi, S.Pd., MM., yang bertindak selaku Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data dan Informasi. Beliau menegaskan bahwa analisis data berfungsi sebagai instrumen strategis yang krusial untuk mendeteksi potensi pelanggaran. Partisipasi aktif dari akademisi melalui pemanfaatan data diyakini akan secara signifikan meningkatkan kualitas demokrasi.
Momen Literasi Data ini juga dimanfaatkan untuk menguatkan kolaborasi kelembagaan antara Bawaslu dan UNJ. Kerja sama jangka panjang direncanakan mencakup penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan pengembangan proposal riset kolaboratif yang fokus pada pemanfaatan data pengawasan pemilu. Bawaslu berharap sinergi ini akan menjadikan peran kampus dalam pengawasan pemilu partisipatif semakin kuat dan berdampak positif.
Bawaslu berkomitmen untuk terus konsisten melanjutkan program edukasi serupa di berbagai perguruan tinggi sebagai wujud nyata dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang transparan dan responsif terhadap tuntutan perkembangan teknologi serta kebutuhan demokrasi modern.