Kota Tangerang Selatan, 5 Oktober 2025 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk membangun pengawasan pemilu yang akuntabel, adaptif, dan berbasis bukti melalui inisiatif "Literasi Data untuk Pengawas Pemilu". Kegiatan strategis yang bertema “Sinergitas Universitas dan Pengawasan Pemilu melalui Literasi Data” di Universitas Pamulang.
Acara ini secara khusus dirancang untuk meningkatkan kemampuan akademisi—termasuk mahasiswa, peneliti, dan dosen—dalam memanfaatkan data kepemiluan. Bawaslu mendorong pemanfaatan Portal Satu Data Bawaslu sebagai sumber resmi untuk riset. Melalui sesi diskusi dan pemaparan, peserta dibekali pengetahuan tentang cara memanfaatkan data, mulai dari analisis kebijakan pengawasan, tata kelola, hingga penggunaan metode analitik modern dan teknologi informasi.
Koordinator Tenaga Ahli Bawaslu RI, Dr. Bachtiar Baetal, M.H., membuka kegiatan tersebut. Beliau menekankan bahwa analisis data adalah instrumen kunci untuk mendeteksi potensi pelanggaran. Dengan melibatkan partisipasi aktif dari akademisi, kualitas demokrasi di Indonesia diharapkan dapat meningkat.
Selain bertujuan meningkatkan kapasitas literasi data, kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan kerja sama kelembagaan. Sinergi antara Bawaslu dan Universitas Pamulang direncanakan berlanjut pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta pengembangan proposal riset kolaboratif yang didasarkan pada data pengawasan pemilu. Bawaslu berharap kolaborasi berkelanjutan ini dapat semakin memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengawasan pemilu partisipatif yang efektif.
Bawaslu menyatakan kesiapan untuk terus melaksanakan program serupa di berbagai perguruan tinggi lainnya di Indonesia, sebagai upaya konsisten mewujudkan pengawasan pemilu yang transparan, inklusif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan demokrasi saat ini.